Tim QA AS Akan Diangkat Jadi Karyawan Tetap Activision Blizzard

Author

Andy Conscientia
Jumat, 8 Apr 2022 | 22:41 WIB

Activision Blizzard baru saja mengumumkan bahwa penguji QA yang berbasis di AS akan diangkat menjadi karyawan tetap Activision Blizzard. Perusahaan tersebut juga mengungkapkan bahwa setiap karyawan akan menerima gaji perjam  yang akan meningkat dengan batas minimal $20 per jamnya.

Dalam pernyataan resminya Activision Blizzard menyatakan:

“Hari ini kami mengumumkan konversi semua anggota tim QA sementara dan kontingen yang berbasis di AS di Activision Publishing dan Blizzard – total hampir 1.100 orang – menjadi karyawan tetap penuh waktu mulai 1 Juli 2022.”

Menurut email internal dari COO, Joshua Taub:

“QA adalah, dan terus menjadi, penting bagi keberhasilan pengembangan kami. Kami memiliki tim QA yang luar biasa di tempat yang bekerja keras untuk memastikan pemain kami memiliki pengalaman bermain game terbaik: terima kasih. Seiring berkembangnya Call of Duty, kami mengantisipasi periode di mana beban kerja akan berfluktuasi dan melebihi bandwidth tim kami yang diperluas. dengan pemikiran ini, kami menambahkan dukungan ekstra untuk tim kami dari mitra eksternal.”

Pengumuman tersebut menyusul kabar pada Januari lalu bahwa penguji QA pada developer Call of Duty Warzone, Raven Software yang telah memilih berserikat. Sebelumnya 34 grup terbesar yang disebut Game Workers Alliance secara resmi telah meminta Activision Blizzard untuk mengakui perserikatan yang seharusnya diakui dan akan menjadi perserikatan pertama kalinya di studio pengembangan game terbesar di Amerika Utara.

Juru bicara Communication Workers of America sempat menyatakan kepada Polygon bahwa 78% pekerja QA yang berhak telah memilih untuk mendukung perserikatan. Microsoft baru-baru ini mengatakan bahwa mereka tidak akan keberatan jika Activision mengakui upaya untuk membentuk serikat pekerja, yang sebagian besar telah mendapatkan momentum setelah skandal Activision Blizzard yang sedang berlangsung.

Dalam sebuah surat terbuka yang diposting pada bulan Maret lalu, karyawan Activision Blizzard bertanya kepada CEO Satya Nadella apakah Microsoft telah memberi wewenang kepada Activision untuk memutuskan pengakuan serikat pekerja.

Para staff di Raven juga menuduh Activision menggunakan taktik “penghancur serikat pekerja” untuk mencegah tindakan mereka, dan meminta Microsoft untuk menghentikan kampanye yang dilancarkan terhadap mereka.

Menanggapi surat itu pada saat itu, juru bicara Microsoft mengatakan kepada Axios: “Microsoft tidak akan menghalangi jika Activision Blizzard mengakui serikat pekerja.”






Be the first to write a comment.



Squad mendapatkan update terbesar
Valorant akan mulai mendengarkan voice chat pada bulan Juli
Developer Valve Peringatkan Pengguna Steam Deck Tidak Ganti Drive M.2 Yang Lebih Besar
AYANEO Pamerkan Konsol Portable Berdesain Flip
Mikrotransaksi akan hadir di Halo: The Master Chief Collection
Tricky Mouse akan keluar di iOS dan Android
Update 1.6. Stardew Valley
No More Heroes III Akan Dirilis di PS5, PS4, Xbox Series dan Xbox One Pada Oktober Mendatang
Ubisoft Dilaporkan Akan Umumkan Skull & Bones pada Bulan Depan
From Software Dilaporkan Tengah Kembangkan Banyak Proyek Game Terbaru
SEGA Umumkan Kontroller Terbaru Untuk Mega Drive Mini 2
Stickman Awakens sesaat lagi akan hadir di perangkat mobile
1. Brain Out
Android
2. RFS – Real Flight Simulator
Android
3. Grand Theft Auto: San Andreas
Android
4. Disney Sorcerer’s Arena
iOS
5. Counter-Strike: Global Offensive
PC
6. God of War
PC
7. Elden Ring
PC
  • Desain Dari ASUS ROG Phone 6 Mulai Terungkap
  • POCO Resmi Rilis F4 5G Secara Global, Usung Snapdragon 870 dan Layar 120Hz
  • Spesifikasi ASUS ROG Phone 6 Bocor, Bawa RAM 18GB
  • MediaTek Rilis Dimensity 9000 Plus Dengan Prime Core Lebih Kencang
  • ASUS ROG Phone 6 Akan Usung Sistem Pendingin Yang Lebih Baik