Setelah mendeklarasikan perang dengan Steam, Epic sekarang menantang publisher

Author

Arfito Adi Nugroho
Jumat, 27 Mar 2020 | 21:00 WIB

Epic saat ini adalah publisher multiplatform, dengan mengumumkan label baru Epic Games Publishing. Dengan pengumuman tersebut mereka akan masuk kedalam bisnis etalasi digital, dan menjajikan akan melakukan hal yang sedikit berbeda dengan cara yang mungkin terlihat sangat menarik untuk developer.

Dibawah label baru ini, mereka sudah berencana untuk merilis dari developer dibelakang game The Last Guardian, Limbo dan Control. Remedy telah bekerjasam dengan Epic, dimana game Control saat ini eksklusif di Epic Game Store hingga setidaknya bulan Agustus nanti, tapi sebagai publisher mereka memiliki tanggung jawab lebih besar dibandingkan distribusi.

Menurut Epic, label baru ini akan menutup 100% biaya pengembangan, temasuk gaji, QA, lokalisasi dan marketing, tapi developer tidak perlu memberikan kepemilikan game mereka atau kontrol kreatif dalam penawaran. Untuk pembagian profit, developer akan mendapatkan setidaknya 50% setelah Epic setelang Epic menghitung biayanya.

“Kami membangun model publishing yang selalu kami inginkan untuk kami ketika kamu bekerja dengan publisher”, kata CEO Epic Games Tim Sweeney. Hal serupa juga disampaikan oleh Sweeney saat mereka membuat Epic Game Store, dimana Store ini disebut sebagai penawaran yang lebih ramah pada developer.

Seperti strategi yang dilakukan Epic pada Store-nya, pertanyaannya adalah mengenai keberlanjutannya. Epic telah mengeluarkan uang untuk peluncuran eksklusif dan game gratis mingguan untuk menarik orang-orang menginstall Store ini, dan pada April tahun lalu Sweeney memprediksi bahwa investasi di game gratis dan eksklusif akan menaikkan profit bersih Store untuk tahun ini. Pada bulan Januari, Epic mengumumkan bahwa $680 juta telah dikeluarkan untuk Store, tapi ketika membicarakan pembagian penghasilan dimana Epic mendapat net sebesar 12 persen dan biaya dari game eksklusif termasuk $10 juta untuk game Control, terlihat sepertinya Epic mengalami kerugian.

Epic menghitung biaya sebelum pembagian profit dengan developer, terlihat hal ini bukan masalah besar untuk Store, tapi biaya diawal menjadi besar. Dan membutuhkan waktu sebelum biaya tertutupi, tergantung dari berapa lama pengembangan game berlangsung.

Memulai label publishing mungkin tidak akan seramai pada saat mengumumkan Steam sebagai kompetitor, tapi tetap berpotensi untuk menggoyangkan pasar. Epic terlihat membuat pernyataan dengan memamerkan ketentuan yang mereka buat dengan mengedapankannya, dan tentu hal tersebut akan membuat reaksi.






Be the first to write a comment.



Dungeon of Gods telah di download lebih dari satu juta kali
Epic Games Store memperkenalkan sistem penilaian
ViewSonic Rilis Monitor Gaming 27 Inci VX2720-4K-PRO Dengan Resolusi 4K 144Hz
Skull & Bones Baru Saja Lulus Rating ESRB
Squad mendapatkan update terbesar
Valorant akan mulai mendengarkan voice chat pada bulan Juli
Developer Valve Peringatkan Pengguna Steam Deck Tidak Ganti Drive M.2 Yang Lebih Besar
AYANEO Pamerkan Konsol Portable Berdesain Flip
Mikrotransaksi akan hadir di Halo: The Master Chief Collection
Tricky Mouse akan keluar di iOS dan Android
Update 1.6. Stardew Valley
No More Heroes III Akan Dirilis di PS5, PS4, Xbox Series dan Xbox One Pada Oktober Mendatang
1. Brain Out
Android
2. RFS – Real Flight Simulator
Android
3. Grand Theft Auto: San Andreas
Android
4. Disney Sorcerer’s Arena
iOS
5. Counter-Strike: Global Offensive
PC
6. God of War
PC
7. Elden Ring
PC
  • Desain Dari ASUS ROG Phone 6 Mulai Terungkap
  • POCO Resmi Rilis F4 5G Secara Global, Usung Snapdragon 870 dan Layar 120Hz
  • Spesifikasi ASUS ROG Phone 6 Bocor, Bawa RAM 18GB
  • MediaTek Rilis Dimensity 9000 Plus Dengan Prime Core Lebih Kencang
  • ASUS ROG Phone 6 Akan Usung Sistem Pendingin Yang Lebih Baik