Riot dan Bungie membentuk tim untuk menuntut pembuat cheat

Author

Arfito Adi Nugroho
Rabu, 13 Jan 2021 | 19:00 WIB

Bukan hal yang tidak biasa untuk pembuat cheat dituntut oleh perusahaan yang gamenya mereka ganggu. Activision telah menuntut pembuat cheat Call of Duty: Warzone pada Agustus 2020, dan pada tahun 2019 Ubisoft menuntut hacker Rainbow Six Siege.

Kali ini developer Valorant, Riot Games dan studio Destiny 2, Bungie telah memasukkan perkara hukum untuk melawan pembuat cheat bernama GatorCheats. Tuntutan tersebut bisa dilihat secara full di Polygon, sebagai catatan Destiny 2 dan Valorant merupakan game gratis, dan Bungie serta Riot menghasilkan pendapat melalui penjualan item dalam game. Kesuksesan sistem ini bergantung pada menarik dan menjaga pengguna yang besar yang bersedia untuk menginvestasikan uangnya untuk meningkatkan pengalaman bermain, dan klaim bahwa adanya cheat menganggu kerja sistem tersebut.

“Bagian vital dari pengalam pemain adalah keadilan dan integritas dari game dan penggugat menginvestasikan banyak waktu dan uang untuk memastikan seluruh pemain berada pada titik yang setara dan mendapatkan kesempatan yang adil untuk bermain.”

“Jika pemian mendapati pemain lain melakukan cheat atau memiliki keuntungan yang tidak adil, mereka akan menjadi frustasi dengan game dan akan berhenti bermain. Hal ini dapat mengganggu atau menghancurkan komunitas game dan mengganggu kemampuan penggugat untuk mendapatkan pendapatan dan untuk menjaga, meningkatkan, dan mengembangkan game.”

Tuntutan tersebut dimasukkan pada 8 Januari dan masih sangat jauh dari persidangan, walaupun begitu tuntutan tersebut telah memiliki dampak dimana situs GatorCheats dan tokonya telah kehilangan konten dan sekarang terdaftar sebagai “uder construction”.






Be the first to write a comment.



Cyberpunk 2077 Sudah Bisa Didapatkan Dengan Setengah Harga
Carl Pei Bakal Umumkan Brand Terbarunya di 27 Januari Mendatang, Ada Giveaway
Update terbaru A3: Still Alive memperkenalkan mode Battle Royale
Battlefield 6 Bakal Jadi Seri Soft-Reboot
Kompetisi esport Call of the Abyss keempat untuk game Identity V sudah dimulai
AS Cabut Lisensi Intel Dan Pabrikan Lain Untuk Pasok Chip Huawei.
Versi Android Space Frog Intern sudah keluar
Game thriller eksklusif PS4 Erica sudah tersedia di iOS
Qualcomm Kembangkan Chipset Kompetitor Apple M1
Nintendo Switch Dominasi Penjualan Konsol Pada 2020 Di Jepang
ASUS ROG Phone 4 Tetap Usung Baterai 6000mAh dengan Fast Charging Yang Lebih Cepat
Pokemon Go akan merayakan Hoenn minggu depan, dengan salah satu hadiahnya bertemu dengan Rayquaza
1. Brain Out
Android
2. RFS – Real Flight Simulator
Android
3. Grand Theft Auto: San Andreas
Android
4. Disney Sorcerer’s Arena
iOS
  • Carl Pei Bakal Umumkan Brand Terbarunya di 27 Januari Mendatang, Ada Giveaway
  • AS Cabut Lisensi Intel Dan Pabrikan Lain Untuk Pasok Chip Huawei.
  • ASUS ROG Phone 4 Tetap Usung Baterai 6000mAh dengan Fast Charging Yang Lebih Cepat
  • Vivo X60 Pro+ Bakal Usung Chipset Snapdragon 875
  • Generasi Kedua Dari Under-Screen Camera ZTE Masuki Tahap Produksi Massal