Remedy Tunda Perilisan Game Multiplayer Perdananya, Vanguard Ke 2023

Author

Andy Conscientia
Rabu, 3 Aug 2022 | 10:00 WIB

Dalam rilis resmi yang baru saja dipublikasikan, studio game asal Finlandia, Remedy mengumumkan beberapa perubahan pada pengembangan dan roadmap finansial. Terutama penurunan pendapatan dan pendapatan operasional karena penundaan perilisan dari game multiplayer perdananya, Vanguard.

Dalam rilis resminya, CEO Remedy Entertainment, Tero Virtala menyampaikan:

“Remedy saat ini sedang mengerjakan lima game kelas dunia, dan kemampuan kami untuk mengembangkan game ini lebih kuat dari sebelumnya. Dengan transisi kami ke model operasi multi-proyek, kami telah belajar bahwa lebih baik untuk menjaga proyek game kami dalam fase pengembangan awal untuk jangka waktu yang lebih lama daripada di masa lalu. Manfaatnya adalah ukuran tim pengembangan dan dengan demikian biaya operasi tetap rendah, dan ini memberi tim waktu yang mereka butuhkan untuk merancang, menyiapkan, dan menguji elemen kunci permainan sebelum proyek bergerak ke fase pengembangan di mana tim diperlukan. Dengan melakukan ini, kami mendukung pengembangan game berkualitas tinggi dan hemat biaya.”

Ia juga menambahkan:

“Kami telah memutuskan untuk mempertahankan game dengan nama kode Vanguard lebih lama dalam fase proof-of-concept saat ini dan menunda ekspansi signifikan dari tim pengembangan hingga tahun 2023. Ini akan menunda pendapatan dari 2022 hingga 2023, yang berarti bahwa kami mengharapkan pendapatan 2022 kami. tetap pada level tahun sebelumnya dan hasil operasi kami menurun secara signifikan dibandingkan tahun 2021.”

Vanguar merupakan game free-to-play-cooperative multiplayer yang dikerjakan secara kolaborasi dengan Tencent. Sayangnya hingga kini masih belum ada informasi lebih detail mengenai game tersebut namun CEO Remedy, Tero Virtala sempat berdiskusi terkait konten monoton pada game co-op.

“Dalam game co-op, tantangannya sering kali adalah konten yang monoton. Untuk menciptakan pengalaman yang bertahan lama, developer tidak dapat hanya mengandalkan keahlian dan membuat setiap level dan misi menjadi unik karena itu biasanya bukan jalur yang berkelanjutan. Kami melihat bahwa ada pertanyaan yang belum terpecahkan tentang bagaimana game co-op berbasis layanan yang tahan lama dapat dibuat. Jika kita bisa menyelesaikan masalah itu, jika kita bisa membawa cara kita bercerita melalui dunia dan eksplorasi, itu bisa menjadi elemen yang bisa kita manfaatkan lebih baik di co-op (PvE) daripada PvP.”






Be the first to write a comment.



Google Konfirmasikan Akan Tutup Stadia
Pendaftaran pre-registrasi Valiant Force 2 telah dibuka
The House of Da Vinci 3 sudah keluar di Android
Pendaftaran pre-registrasi The King of Fighters Arena telah dibuka
Qualcomm Kolaborasi Dengan Razer Akan Rilis Konsol Portable, Razer Edge 5G
Open Beta Guardians of Elderon sudah tersedia di iOS
Foto Render dari Galaxy S23 Bocor, Usung Desain Yang Sama Dengan Galaxy S22
Sackboy: A Big Adventure Dikonfirmasi Rilis di PC pada 27 Oktober Mendatang
Cyberpunk 2077 sudah terjual lebih dari 20 juta salinan
Humble Mill Umumkan Oblivion Override Untuk Konsol Dan PC
Ubisoft Umumkan Perilisan Skull and Bones Ditunda Hingga 9 Maret 2023 Mendatang
Intel Arc A770 Dikonfirmasi Rilis Pada Oktober Mendatang
1. Brain Out
Android
2. RFS – Real Flight Simulator
Android
3. Grand Theft Auto: San Andreas
Android
4. Disney Sorcerer’s Arena
iOS
5. Counter-Strike: Global Offensive
PC
6. God of War
PC
7. Elden Ring
PC
  • Qualcomm Kolaborasi Dengan Razer Akan Rilis Konsol Portable, Razer Edge 5G
  • Foto Render dari Galaxy S23 Bocor, Usung Desain Yang Sama Dengan Galaxy S22
  • Anbernic RG353V Resmi Diumumkan, Konsol Portable dengan RK3566
  • Google Pixel Tablet Akan Usung Layar 11 Inci Dan Storage 256GB
  • Logitech Umumkan Konsol Portable G Cloud, Dukung Xbox dan GeForce Now