Google Stadia Dilaporkan Gagal Penuhi Ekspektasi

Author

Andy Conscientia
Sabtu, 27 Feb 2021 | 22:38 WIB

Di awal tahun ini layanan game streaming Google Stadia dipenuhi masalah. Mulai dari ditutupnya divisi developer game internal Stadia dan baru-baru ini Stadia dilaporkan gagal memenuhi target hingga ratusan ribu.

Menurut laporan Wired, pada awal pengumumannya Stadia menjanjikan akan merevolusi industri gaming dengan berbagai game dari pihak pertama dan pihak ketiga. Sayangnya Google dianggap tidak mampu membentuk studio game yang sukses.

“Tiga sumber mengatakan Google membuat penghalang pada dasar-dasar pembuatan game, seperti menahan izin untuk menggunakan perangkat lunak pengembangan game tertentu (alasan masalah keamanan),” tulis Wired.

Sumber yang sama juga menyebut bahwa karyawan Stadia merasa layanannya terasa seperti beta saat diluncurkan – sebuah sentimen yang dibagikan oleh beberapa ulasan industri. Beberapa fitur yang ditampilkan selama pengumuman Stadia hilang saat peluncuran, dan layanan tersebut memulai debutnya dengan hanya beberapa game AAA.

“Stadia seharusnya masih perlu pengujian di berbagai kondisi dan perangkat yang berbeda.” Jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Google merasa mendanai game untuk menjual Stadia daripada menjual game. Sementara developer berjuang secara internal, layanan tersebut gagal memenuhi ekspektasi pada tahun 2020, menurut Wired dan Bloomberg, yang terakhir mengatakan layanan tersebut tidak mencapai target untuk penjualan kontroller dan ratusan ribu pengguna aktif bulanan.

Google sangat fokus untuk mendapatkan game untuk menjual Stadia sehingga tampaknya menghabiskan puluhan juta dolar untuk mendapatkan port game besar seperti Red Dead Redemption 2. Jason Schreier, yang menulis artikel Bloomberg, memperoleh informasi bahwa Google membayar puluhan juta dolar per port game Stadia.

Jika kabar tersebut benar, hal tersebut akan menjadi isu yang sulit diterima oleh mantan karyawan studio internal Stadia yang sekarang sudah tidak lagi aktif. Phil Harrison, yang ditunjuk untuk memimpin divisi Stadia, ketika Google mengonfirmasi Stadia menutup studio internal, bahwa biaya pengembangan game terbilang sangat tinggi.

Meskipun begitu, Google telah mengonfirmasi rencananya untuk mempertahankan Stadia, dan ada beberapa kabar baik selama beberapa minggu terakhir. Terraria akan hadir di Stadia setelah sang developer menyelesaikan masalah akun Google pribadinya dengan Google. Journey to the Savage Planet baru-baru ini juga hadir di platform tersebut.. Stadia juga rencanannya akan mengumumkan game baru yang ditujukan untuk pelanggan Stadia Pro pada bulan Maret Mendatang.






Be the first to write a comment.



Game RPG Moonlight Sculptor sudah membuka pre-registrasi untuk Android
Lost Light akan melakukan soft launch di dua negara dalam waktu dekat
Tokyo Escape Call of Duty Mobile sudah dimulai
miHoYo Konfirmasikan Genshin Impact 1.5 Rilis Pada 28 April Mendatang
Duke Nukem 3D: Alien Armageddon V4.0 Resmi Rilis, Download Sekarang!
Meledak Saat Pengisian, POCO Malah Salahkan Pengguna X3
Cryptocurrency Baru Akan Picu Kelangkaan SSD Di Masa Mendatang
Naraka: Bladepoint akan melakukan open beta minggu depan
Lord of the Rings MMO buatan MMO dibatalkan
Mode Team Up! Aloy dan Lara Croft dalam Fortnite ditunda hingga minggu depan
ASUS Persiapkan Laptop Gaming Terbaru Dengan Intel Tiger Lake H45 dan RTX 3060
Paten Terbaru Galaxy Z Flip Bakal Usung Kamera Dual Punch Hole
1. Brain Out
Android
2. RFS – Real Flight Simulator
Android
3. Grand Theft Auto: San Andreas
Android
4. Disney Sorcerer’s Arena
iOS
  • Meledak Saat Pengisian, POCO Malah Salahkan Pengguna X3
  • Paten Terbaru Galaxy Z Flip Bakal Usung Kamera Dual Punch Hole
  • ASUS Gelar Program Tukar Tambah Smartphone Dengan Laptop
  • Smartphone Gaming Perdana Redmi Dengan Dimensity 1200 Bakal Resmi Rilis Pada Akhir April Mendatang
  • Samsung Dilaporkan Kembangkan Teknologi Kamera Dengan Olympus, Ini Dia Penampakannya