FTC Dilaporkan Tengah Investigasi Kesepakatan Akuisisi Sony Terhadap Bungie

Author

Andy Conscientia
Jumat, 6 Mei 2022 | 20:32 WIB

Laporan terbaru yang dibagikan oleh The Information mengungkap bahwa US Federal Trade Commission (FTC) saat ini tengah menginvestigasi kesepakatan akusisi Sony terhadap game developer Bungie senilai $3.6 Milyar.

Investigasi berpotensi menunda penutupan kesepakatan sekitar enam bulan, mendorongnya ke awal 2023, meskipun hal tersebut tidak berarti FTC benar-benar akan menuntut untuk memblokirnya. Perhatian utama Komisi Perdagangan Federal tampaknya adalah memastikan bahwa game populer seperti Destiny tetap dapat diakses di berbagai platform, meskipun Sony sendiri sejak awal mengatakan bahwa Bungie akan tetap menjadi studio multiplatform setelah akuisisi.

Ini adalah tanda lain dari sikap sangat agresif yang diambil FTC terhadap merger dan akuisisi sejak presiden Joe Biden menunjuk Lina Khan sebagai ketua organisasi. Seorang kritikus terkenal perusahaan teknologi besar, Khan telah menggugat untuk memblokir kesepakatan NVIDIA untuk mengakuisisi Arm Holdings sebesar $ 40 miliar, yang merupakan langkah terakhir sebelum NVIDIA memutuskan untuk menyerah dan meninggalkan upaya akuisisi awal tahun ini.

FTC juga sudah menyelidiki kesepakatan besar $ 70 miliar yang dapat membawa Activision Blizzard ke Microsoft. Pada bulan Maret, Komisi Perdagangan Federal secara resmi meminta info tambahan dan materi dokumenter sehubungan dengan peninjauan transaksi yang sedang berlangsung.

Pada tanggal 1 April, empat senator AS (Elizabeth Warren dari Massachusetts, Bernie Sanders dari Vermont, Cory Booker dari New Jersey, dan Sheldon Whitehouse dari Rhode Island mendorong FTC untuk meninjau lebih ketat kesepakatan Microsoft + Activision Blizzard.

Sementara itu, pemegang saham Activision Blizzard telah menyetujui merger dengan mayoritas (lebih dari 98% suara mendukung). Jalan menuju penutupan tetap sulit, dan perusahaan baru saja menerima gugatan baru dari New York City yang berpendapat bahwa tuduhan yang dibuat terhadap Bobby Kotick membuat CEO tidak layak untuk menegosiasikan kesepakatan. Gugatan itu juga mengungkapkan keprihatinan bahwa kesepakatan itu bisa menjadi cara bagi Kotick dan dewan direksi lainnya untuk melarikan diri dari tanggung jawab.






Be the first to write a comment.



Penjualan Xbox Lampaui PlayStation di Jepang
Desain Dari ASUS ROG Phone 6 Mulai Terungkap
Ultra Blade akan hadir pada musim panas tahun ini
Angka pemain Fall Guys meningkat setelah game ini eksklusif di Epic
Incoherence akan hadir di perangkat mobile pada 30 Juni
The House of Da Vinci 3 akan diluncurkan dalam waktu dekat
POCO Resmi Rilis F4 5G Secara Global, Usung Snapdragon 870 dan Layar 120Hz
SEGA Umumkan Game Multiplayer Terbaru, Hyenas
Atari Rayakan Ulang Tahun Ke 50 Dengan Logo Baru Dan Game Lamanya
Spesifikasi ASUS ROG Phone 6 Bocor, Bawa RAM 18GB
Video Dari Game Scarface II Telah Dipublikasikan Secara Online
No Man’s Sky Untuk Switch Ditunda Hingga Oktober mendatang
1. Brain Out
Android
2. RFS – Real Flight Simulator
Android
3. Grand Theft Auto: San Andreas
Android
4. Disney Sorcerer’s Arena
iOS
5. Counter-Strike: Global Offensive
PC
6. God of War
PC
7. Elden Ring
PC
  • Desain Dari ASUS ROG Phone 6 Mulai Terungkap
  • POCO Resmi Rilis F4 5G Secara Global, Usung Snapdragon 870 dan Layar 120Hz
  • Spesifikasi ASUS ROG Phone 6 Bocor, Bawa RAM 18GB
  • MediaTek Rilis Dimensity 9000 Plus Dengan Prime Core Lebih Kencang
  • ASUS ROG Phone 6 Akan Usung Sistem Pendingin Yang Lebih Baik