Final Fantasy XV Awalnya Dikembangkan Oleh Eidos Montréal

Author

Andy Conscientia
Selasa, 24 Mei 2022 | 23:28 WIB

Telah diketahui bahwa Final Fantasy XV memiliki fase pengembangan yang panjang dan bermasalah di tim Divisi Bisnis 2 internal Square Enix, namun pernyataan terbaru dari mantan Art Director Eidos Montréal Jonathan Jacques-Belletête menunjukkan bahwa game tersebut bisa saja dikembangkan oleh studio Barat.

Pada wawancara terbaru dengan TrueAchievements, Jonathan Jacques-Bellette mengatakan bahwa tim Kanada memiliki proyek yang sangat keren untuk Final Fantasy XV, tetapi Square Enix akhirnya memutuskan untuk membawa pengembangan game tersebut kembali ke Jepang.

“Eidos-Montréal membawa kembali Deus Ex. Saya adalah Art Director dari Deus Ex: Human Revolution. Kemudian saya menjadi Executive Art Director di Mankind Divided. Kemudian kami mencoba melakukan Final Fantasy XV. Kemudian mereka memutuskan untuk membawanya kembali ke Jepang yang menurut saya adalah kesalahan besar, tapi itu tetap kebenarannya. Punya kami benar-benar keren.” Jelasnya.

Informasi tersebut tampaknya selaras dengan laporan yang diterbitkan oleh Super Bunnyhop lebih dari empat tahun lalu di YouTube. Menurut laporan tersebut, Eidos Montréal dianggap oleh para eksekutif Jepang di Square Enix sebagai studio Barat pertama yang mengerjakan franchise tersebut setelah respon penggemar terhadap Final Fantasy XIII yang mengecewakan dan peluncuran Final Fantasy XIV yang bermasalah.

Dengan demikian, Project W(estern) lahir. Meskipun begitu detail mengenai proyek tersebut sangat minim, namun hal tersebut seharusnya menjadi opera ruang sci-fi yang menampilkan visual unik berdasarkan fraktal. Plotnya akan melibatkan cinta segitiga antara karakter utama, seorang penjelajah pria, cintanya yang telah lama hilang bernama Nova, dan seorang tentara bayaran femme-fatale yang juga mencari Nova. Sayangnya, proyek Final Fantasy XV yang digagas oleh Eidos Montreal dibatalkan.

Final Fantasy XV tidak benar-benar sukses besar, namun game tersebut menerima ulasan positif secara keseluruhan dan baru-baru ini berhasil melewati punjak penjualan dalam sejarah sebanyak sepuluh juta unit. Sementara itu, Eidos Montréal baru saja dijual bersama Crystal Dynamics ke Embracer Group, dan kemungkinan akan merilis game terbaru dari IP seperti Legacy of Kain, Thief, dan Deus Ex dalam waktu dekat.

Sementara itu, Jonathan Jacques-Belletête kini menjabat sebagai Creative Director dari game action adventure terbaru Hell is Us yang dikembangkan dengan Unreal Engine 5 dan dijadwalkan rilis pada tahun depan.






Be the first to write a comment.



Update Pertama Monster Hunter Rise: Sunbreak Tambahkan Monster dan Tantangan Baru
Pelanggan Game Pass Akan Capai 100 Juta Ketika Activision Bergabung
Penampilan Dari Kontroller Xbox Elite Series 2 Warna Putih Bocor
Xiaomi Resmi Umumkan MIX Fold 2
The House of Da Vinci 3 sudah keluar di perangkat iOS
Bocoran di EVO mengindikasikan Tekken 8 akan hadir
Papers, Please akhirnya hadir di iOS dan Android
Motorola razr 2022 Akan Jadi Foldable Pertama Yang Usung Layar Refresh Rate 144Hz
Trailer gameplay terbaru Tower of Fantasy
2K Games Tunda Perilisan Marvel’s Midnight Suns Ke 2023 Mendatang
Setelah 23 Tahun, SNK Umumkan Game Terbaru dari Fatal Fury
Embark Studios Umumkan ARC Raiders Ditunda Hingga 2023 Mendatang
1. Brain Out
Android
2. RFS – Real Flight Simulator
Android
3. Grand Theft Auto: San Andreas
Android
4. Disney Sorcerer’s Arena
iOS
5. Counter-Strike: Global Offensive
PC
6. God of War
PC
7. Elden Ring
PC
  • Xiaomi Resmi Umumkan MIX Fold 2
  • Motorola razr 2022 Akan Jadi Foldable Pertama Yang Usung Layar Refresh Rate 144Hz
  • Render Resmi Dari Lenovo Legion Y70 Mulai Dipublikasikan
  • One-Netbook Resmi Rilis ONEXPLAYER Mini Pro Dengan Intel Core i7 Gen 12th
  • Lenovo Resmi Rilis Legion Y700 Ultimate Edition Di China